Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Aksara Bangsa

Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Sahabat yang Berbahagia, Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan huruf bangsa dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara bahu-membahu sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut ini.
Pendidikan Karakter

1. Program Pengembangan Diri


Dalam jadwal pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan huruf bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut.

a. Kegiatan rutin sekolah


Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan penerima didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini yakni upacara pada hari besar kenegaraan, investigasi kebersihan tubuh (kuku, telinga, rambut, dan lain-lain) setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam), berdoa waktu mulai dan final pelajaran, mengucap salam kalau bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman.

b. Kegiatan spontan


Kegiatan impulsif yaitu kegiatan yang dilakukan secara impulsif pada dikala itu juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada dikala guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari penerima didik yang harus dikoreksi pada dikala itu juga. Apabila guru mengetahui adanya sikap dan sikap yang kurang baik maka pada dikala itu juga guru harus melaksanakan koreksi sehingga penerima didik tidak akan melaksanakan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh.

Kegiatan impulsif berlaku untuk sikap dan sikap penerima didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengkoreksi sikap sahabat yang tidak terpuji.

c. Keteladanan


Keteladanan yakni sikap dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam menawarkan pola terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diperlukan menjadi panutan bagi penerima didik untuk mencontohnya. 

Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki supaya penerima didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan huruf bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain yakni orang yang pertama dan utama menawarkan pola berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi, tiba sempurna pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap penerima didik, jujur, menjaga kebersihan.

d. Pengkondisian


Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan huruf bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan huruf bangsa yang diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, kolam sampah ada di banyak sekali daerah dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat berguru ditempatkan teratur.

2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran


Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini:
  1. Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk memilih apakah nilai-nilai budaya dan huruf bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
  2. Menggunakan tabel yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk memilih nilai yang akan dikembangkan;
  3. Mencantumkankan nilai-nilai budaya dan huruf bangsa dalam tabel itu ke dalam silabus;
  4. Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP;
  5. Mengembangkan proses pembelajaran penerima didik secara aktif yang memungkinkan penerima didik mempunyai kesempatan melaksanakan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam sikap yang sesuai; dan
  6. Memberikan pemberian kepada penerima didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku.

3. Budaya Sekolah


Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya meliputi ritual, harapan, hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, proses mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di sekolah. 

Budaya sekolah yakni suasana kehidupan sekolah daerah penerima didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai manajemen dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok masyarakat sekolah. 

Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh banyak sekali aturan, norma, moral serta adab bersama yang berlaku di suatu sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.

Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan huruf bangsa dalam budaya sekolah meliputi kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga manajemen ketika berkomunikasi dengan penerima didik dan memakai kemudahan sekolah.

Demikian yang sanggup disampaikan mengenai Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

VIDEO MENARIK UNTUK DITONTON
Lagu Kebangsaan Satu Nusa Satu Bangsa Oleh Alif Iskan


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Aksara Bangsa"

Post a Comment